Minggu, 12 Januari 2014

Jenis-Jenis Topologi Jaringan

Topologi Jaringan

      Topologi jaringan adalah suatu tehnik untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya yang merangkai menjadi sebuah jaringan, dimana penggunaan topologi jaringan didasarkan pada biaya, kecepatan akses data, ukuran maupun tingkat konektivitas yang akan mempengaruhi kualitas maupun efiensi suatu jaringan.
      Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 6 kategori utama seperti di bawah ini :

1. Topologi Bintang
      Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
 
Karakteristik :
  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB).
  • Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di broadcast keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.
  • Sangat mudah dikembangkan.
  • Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.
  •  Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.

Kelebihan :


  • Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
  • Tingkat keamanan termasuk tinggi.
  • Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
  • Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
  • Akses Kontrol terpusat.
  • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
  • Paling fleksibel.

Kekurangan :


  • Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
  • Boros dalam pemakaian kabel.
  • HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
  • Peran hub sangat sensitif sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
  • Jaringan tergantung pada terminal pusat.
  • Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
  • Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.
2. Topologi Cincin
      Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
      Pada Topologi cincin, masing-masing titik/node berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal disepanjang sirkulasinya, artinya masing-masing perangkat saling bekerjasama untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya kemudian meneruskannya pada perangkat sesudahnya, proses menerima dan meneruskan sinyal data ini dibantu oleh TOKEN.
 
      TOKEN berisi informasi bersamaan dengan data yang berasal dari komputer sumber, token kemudian akan melewati titik/node dan akan memeriksa apakah informasi data tersebut digunakan oleh titik/node yang bersangkutan, jika ya maka token akan memberikan data yang diminta oleh node untuk kemudian kembali berjalan ke titik/node berikutnya dalam jaringan. Jika tidak maka token akan melewati titik/node sambil membawa data menuju ke titik/node berikutnya. proses ini akan terus berlangsung hingga sinyal data mencapi tujuannya.
      Dengan cara kerja seperti ini maka kekuatan sinyal dalam aliran data dapat terjaga. Kemampuan sinyal data dalam melakukan perjalanan disepanjang lingkaran adalah hal yang sangat vital dalam Topologi cincin.
      Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan. Topologi ring digunakan dalam jaringuhkan saat komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang banyak.

Karakteristik :

  • Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
  • Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
  • Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan) sehingga collision dapat dihindarkan.
  • Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
  • Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).

Kelebihan :


  • Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan
  • Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus, bahkan untuk aliran data yang berat sekalipun.
  • Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
  • Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan karena menggunakan konfigurasi point to point
  • Hemat kabel
  • Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data

Kekurangan :


  • Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda (dual ring).
  • Pengembangan jaringan lebih kaku, karena memindahkan, menambah dan mengubah perangkat jaringan dan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
  • Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
  • Lebih sulit untuk dikonfigurasi daripada Topologi bintang
  • Dapat terjadi collision (dua paket data tercampur)
  • Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles.
3. Topologi Bus
      Topologi bus merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
 
      Kesulitan utama dari penggunaan kabel sepaksi adalah sulit untuk mengukur apakah kabel sepaksi yang digunakan benar-benar cocok atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang digunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).
      Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan men tap Ethernetnya sepanjang kabel.
      Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.

Karakteristik :


  • Teknologi lama, dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris
  • Tidak membutuhkan peralatan aktif untuk menghubungkan terminal/komputer
  • Sangat berpengaruh pada unjuk kerja komunikasi antar komputer, karena hanya bisa digunakan oleh satu komputer
  • Kabel “cut” dan digunakan konektor BNC tipe T
  • Diujung kabel dipasang 50 ohm konektor
  • Jika kabel putus maka komputer lain tidak dapat berkomunikasi dengan lain
  • Susah melakukan pelacakan masalah
  • Discontinue Support
Kelebihan :

  • Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.

  • Hemat kabel.
  • Layout kabel sederhana.
Kekurangan :

  • Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

  • Kepadatan pada jalur lalu lintas.
  • Diperlukan Repeater untuk jarak jauh.

4. Topologi Jala/Mesh
      Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
 
      Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).

Karakteristik :

  • Topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan-peralatan yang ada.
  • Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama lain.
  • Jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.
Kelebihan :

  • Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
  • Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  • Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
  • Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Kekurangan :

  • Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
  • Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
  • Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid network).
 
5. Topologi Pohon
      Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.
 
      Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.
      Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul atau node. Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.

Karakteristik :
  •  Merupakan kombinasi antara topologi bintang dan topologi bus
Kelebihan :

  • Dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan.
Kekurangan : 
  • Apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif.
  • Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

6. Topologi Linear/Runtut
      Jaringan komputer dengan topologi runtut (linear topology) biasa disebut dengan topologi bus beruntut, tata letak ini termasuk tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik sambungan (komputer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator).
 
      Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.

Karakteristik :

  • Penyambung kabel BNC digunakan untuk menghubungkan kabel ke penyambung-T.
  • Penyambung-T BNC digunakan untuk menghubungkan kabel ke komputer.
  • Penyambung tabung BNC (BNC barrel connector) digunakan untuk menyambung 2 kabel BNC.
  • Penamat BNC digunakan ntuk menandai akhir dari topologi bus.

Kelebihan :


  • hemat kabel
  • tata letak kabel sederhana
  • mudah dikembangkan
  • tidak butuh kendali pusat
  • penambahan maupun pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan

Kekurangan :


  • deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
  • kepadatan lalu lintas tinggi
  • keamanan data kurang terjamin
  • kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah
  • diperlukan pengulang (repeater) untuk jarak jauh.

Sumber :
http://www.google.com
http://hengkikristiantoateng.blogspot.com/2013/10/pengertian-macam-macam-topologi-jaringan-komputer.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_jaringan
http://ceparifin.wordpress.com/2012/11/21/pengertian-topologi-jaringan-beserta-fungsi-kelebihan-dan-kekurangannya/

Sabtu, 11 Januari 2014

JARINGAN KOMPUTER

Pengertian dan Manfaat Jaringan Komputer


      Jaringan Komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling berhubungan satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program-program, serta penggunaan bersama perangkat keras seperti printer, hardisk dan lainnya.Selain itu jaringan komputer bisa diartikan sebagai kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang berada diberbagai lokasi yang terdiri dari lebih satu komputer yang saling berhubungan.
      Membuat sebuah jaringan komputer memiliki tujuan agar komputer dapat dimanfaatkan lebih maksimal. Tujuan membuat sebuah jaringan komputer adalah untuk membawa informasi secara tepat dan tanpa adanya kesalahan darisisi pengirim (transmitter) ke sisi penerima (receiver) melalui media komunikasi.Jaringan komputer mempunyai kelebihan dibandingkan komputer yang tidak menggunakan jaringan (stand alone).
Berikut ini manfaat yang didapatdariadanyajaringan komputer.
a. Berbagi Sumber daya (sharing resource)
      Membagi sumber daya dapat bertujuan agar seluruh program, peralatan, atau periferal lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi pemakai.
b. Menghemat Biaya
      Dengan menggunakan jaringan, perusahaa dapat menghemat pengeluaran untukmembeli peralatan pendukung,misalnya printer. Satu buah printer dapat digunakan scara bersama-sama oleh beberapa komputer.
c. Memudahkan Perawatan
      Dengan jumlah peralatan pendukung yang sedikit, maka perawatan yang perludilakukan tidak rumit.
d. Integrasidan DistribusiData
      Jaringan komputer memudahkan pemakai memperoleh dan mengolah informasi setiap saat. Informasi tidak hanya terpusat dan diolah disatu komputer, melainkan dapat didistribusikan ke komputer lain.
e. Keamanan Data
      Sistem jaringan komputer dapat memberikan pengamanan pada data dengan cara mengatur hak akses pengguna. Selain itu, jaringan komputer memudahkan kita membuat salinan data dikomputer lain, sehingga jika terjadi kerusakan pada satu komputer, kita masih dapat menggunakan data yang sudah diamankan dikomputer lain.
f. Sarana Komunikasi
     Komunikasi dapat dilakukan melalui jaringan komputer, misalnya pemberitahuan atau pengmuman, kepada seluruh pengguna komputer walaupun berada ditempat yang jauh.

Sejarah Jaringan Komputer

      Sejarah jaringan komputer bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.
Kemudian ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer. Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri. Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Dan pada tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

      Pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya setahun yang lalu untuk ARPANET. Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet). Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.

 
Peta logika dari ARPANET
      Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET (User Network) pada tahun 1979. Tahun 1981, France Telecom menciptakan sesuatu hal yang baru dengan meluncurkan telepon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelepon yang juga berhubungan dengan video link.
      Seiring dengan bertambahnya komputer yang membentuk jaringan, dibutuhkan sebuah protokol resmi yang dapat diakui dan diterima oleh semua jaringan. Untuk itu, pada tahun 1982 dibentuk sebuah Transmission Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang kita kenal hingga saat ini. Sementara itu, di Eropa muncul sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET) yang meliputi wilayah Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia. Jaringan EUNET ini menyediakan jasa surat elektronik dan newsgroup USENET.
      Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan Sistem Penamaan Domain atau domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987, jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10000 lebih.
      Jaringan komputer terus berkembang pada tahun 1988, Jarkko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia menemukan sekaligus memperkenalkan Internet Relay Chat atau lebih dikenal dengan IRC yang memungkinkan dua orang atau lebih pengguna komputer dapat berinteraksi secara langsung dengan pengiriman pesan (Chatting ). Akibatnya, setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan melonjak 10 kali lipat. tak kurang dari 100000 komputer membentuk sebuah jaringan. Pertengahan tahun 1990 merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee merancang sebuah programe penyunting dan penjelajah yang dapat menjelajai komputer yang satu dengan yang lainnya dengan membentuk jaringan. Programe inilah yang disebut Waring Wera Wanua atau World Wide Web.
      Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer pada tahun 1992.[5] Dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah). Dan pada tahun 1994, situs-situs di internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya berbelanja melalui internet atau virtual-shopping atau e-retail muncul di situs. Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0

Perangkat Keras Jaringan Komputer


      Untuk  meningkatkan  kemampuan  manajemen  jaringan  lokal, kamu dapat menggabungkan  dua  atau  lebih  jaringan  lokal.  Penggabungan  ini  disebut Interconnection  Network .  Untuk  menggabungkan  jaringan-jaringan  lokal  itu dibutuhkan  beberapa perangkat keras jaringan komputer.

Berikut perangkat keras jaringan komputer untuk membangun jaringan lokal :

1. Komputer Server
       Server adalah sistem komputer yang berjalan terus menerus di jaringan dengan tugas  untuk  melayani  komputer  client dalam  jaringan.  Secara  fisik,  perangkat keras jaringan komputer ini hampir serupa dengan komputer pada umumnya, meski konfigurasi  hardware atau perangkat keras lebih  sering  dioptimisasi  untuk  memenuhi  peranannya  sebagai  server.  Perbedaan  antara  server dan  komputer  pada  umumnya  lebih  terletak  pada software yang  digunakan.  Server juga  secara  sering  menjadi  host  dalam mengontrol  hardware  yang akan di-share  pada  workstation seperti printer (print server) dan sistem file (file server). Proses sharing baik untuk kontrol akses dan keamanan  dapat  mengurangi  biaya  untuk  duplikasi  hardware,   sehingga penggunaan  hardware dapat  optimal.

Perangkat Keras Jaringan Komputer (Komputer Server)
Komputer Server
2. Komputer Client
       Komputer  client  adalah  komputer  yang  digunakan  untuk  melakukan pengolahan data yang diambil dari komputer server. Komputer client menerima pelayanan  dari  komputer  server.

Perangkat Keras Jaringan Komputer (Komputer Client)
 Komputer Client
3. LAN Card
       LAN card adalah perangkat keras jaringan komputer berupa kartu jaringan yang berbentuk papan  elektronik  yang  akan  dipasang  pada setiap  komputer  yang  terhubung  pada jaringan  (baik  server maupun  client).  Saat ini, banyak sekali jenis kartu jaringan. Akan tetapi,  ada  beberapa  hal  yang  perlu diketahui  dari  kartu  jaringan  seperti  tipe kartu,  jenis  protokol,  dan  tipe  kabel  yang didukungnya.

Perangkat Keras Jaringan Komputer (LAN Card)
                                                  LAN Card
4. Hub
       Hub  adalah suatu  perangkat keras jaringan komputer yang  memiliki banyak  port.  Hub  berfungsi  untuk  menghubungkan  komputer  server ke  beberapa komputer  client sehingga  akan  membentuk suatu  jaringan  dengan  topologi  star.  Pada jaringan  yang  umum,  sebuah  port akan menghubungkan  hub  dengan  komputer server.  Sementara  port yang  lain  digunakan untuk  menghubungkan  hub  dengan beberapa  komputer  client.

Perangkat Keras Jaringan Komputer (Hub) 
Hub

5. Kabel dan Konektor
       Kabel  dan  konektor  adalah  kabel  jaringan yang  digunakan  untuk  menghubungkan satu  komputer  dengan  komputer  yang  lain dalam  satu  jaringan.  Kabel  yang  umum digunakan  di  jaringan  adalah  kabel  UTP. Sedangkan konektor yang umum digunakan adalah  konektor  RJ-45.

Perangkat Keras Jaringan Komputer (Kabel-Konektor)
Kabel-Konektor
6. Repeater
       Repeater hampir sama seperti hub. Repeater adalah perangkat keras jaringan komputer berupa  alat  sederhana  yang  berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal yang  melewatinya.  Dua  sub jaringan  yang dihubungkan  oleh  perangkat keras ini  memiliki protokol  yang  sama  dengan  jarak  yang berjauhan sehingga  komunikasi  di antara kedua  sub jaringan  tersebut  dapat  berlangsung  dengan  baik.

Perangkat Keras Jaringan Komputer (Repeater)
                                                          Repeater
7. Bridge
       Bridge  (jembatan),  sesuai  dengan  namanya, perangkat keras jaringan komputer ini berfungsi  untuk  menghubungkan  beberapa jaringan  yang  terpisah,  baik  jaringan  yang sama  maupun  berbeda.  Bridge  memetakan alamat  jaringan  dan  hanya  memperbolehkan  lalu  lintas  data  yang  diperlukan.

Perangkat Keras Jaringan Komputer (Bridge)
Bridge
8. Router
       Cara  kerja  router  mirip  dengan  bridge. Perbedaannya,  perangkat keras jaringan komputer ini  adalah  penyaring atau  filter  lalu  lintas  data.  Penyaringan dilakukan  dengan  menggunakan  protokol tertentu.  Sebuah  router  biasanya  terletak pada  sebuah  gateway,  tempat  di  mana  dua atau  lebih  jaringan  terkoneksi  satu  sama lainnya.

Perangkat Keras Jaringan Komputer (Router)
Router
9. Gateway
       Perangkat keras jaringan komputer ini  digunakan  untuk  interkoneksi jaringan  di  mana  masing-masing  jaringan memiliki  arsitektur  yang  sangat  berbeda. Banyaknya protokol komunikasi menyebabkan  dibutuhkannya  gateway  dalam  suatu jaringan.  Gateway  menerjemahkan  protokol sehingga  menjadi  compatible (cocok)  agar komunikasi  data  di  jaringan  dapat  bekerja dengan  baik.

Perangkat Keras Jaringan Komputer (Gateway)
Sumber :
LKS SMP Teknologi Informasi dan Komputer